Partai Keadilan Sejahterah

PKS Tolak Rencana Masuk Sekolah Di Tengah Pandemi Virus Corona

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetyani menolak rencana masuk sekolah yang akan diberlakukan oleh pemerintah di tengah kondisi pandemi virus corona.

Menurut Netty, apabila sekolah dipaksakan untuk dibuka, akan berbahaya untuk keselamatan generasi penerus bangsa. Dia tak mau anak-anak menjadi kelinci percobaan untuk menguji kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah.

“Pembukaan sekolah di saat pandemi sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa. Kita tahu, hingga kini transmisi COVID-19 belum terkendali, kasus baru masih terus terjadi, dan kurvanya juga masih belum melandai,” kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/05).

Saya keberatan jika anak-anak seperti dijadikan kelinci percobaan untuk menguji kebijakan pemerintah. Atas nama kecintaan, kepedulian dan keberpihakan terhadap masa depan generasi bangsa, saya minta tunda kebijakan ini.

“Jika tidak menyiapkan seluruh faktor pendukungnya, maka sekolah dapat menjadi mata rantai baru penularan COVID-19. Kita perlu pikirkan bagaimana cara anak berangkat ke sekolah, anak berinteraksi dengan sesamanya dan para guru, faktor kebersihan sarana dan prasarana sekolah, mengatur rasio jumlah siswa per kelas,” tutur Netty.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu pun meminta pemerintah belajar dari Prancis yang menemukan 70 kasus baru ketika memutuskan untuk membuka sekolah. Terlebih, kata dia, bedasarkan data KPAI hanya 18 persen sekolah yang siap dengan protokol kesehatan.

“Ketika Prancis mulai membuka sekolah, ditemukan ada 70 kasus baru. Sementara di Korea Selatan ada 79 kasus baru. Apa kita ingin seperti itu juga? Janganlah coba-coba kebijakan yang pertaruhannya adalah nyawa,” tuturnya.

“Ini membuktikan bahwa pembukaan sekolah saat ini berbahaya dan penuh pertaruhan, bahkan banyak orang tua yang khawatir jika pembukaan sekolah tetap dipaksakan,” tutup Netty.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close