Partai Gerakan Indonesia Raya

Politikus Gerindra Jadi Komisaris Utama Asabri

Partaiku.id – Akademisi dan profesional belakangan banyak dilibatkan untuk duduk sebagai komisaris BUMN, berdampingan dengan birokrat, relawan, dan mantan pejabat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Politikus Partai Gerindra Fary Djemy Francis sebagai Komisaris Utama PT Asabri (Persero). Dia diangkat menjadi komisaris utama di Asabri untuk menggantikan posisi Didit Herdiawan. Pergantian komisaris ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri BUMN nomor: SK-254/MBU:07/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan komisaris utama PT Asabri.

“Keputusan Menteri BUMN menetapkan dengan mengangkat Fary Djemy Francis sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen perusahaan dan memberhentikan dengan hormat komisaris utama sebelumnya Didit Herdiawan,” ujar Corporate Secretary Asabri Marizal Chaidir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2020). Dengan masuknya Fary Demy Francis, maka susunan dewan komisaris PT Asabri yang baru adalah sebagai berikut.

Komisaris Utama/Independen: Fary Djemy Francis

Komisaris Independen: Harry Susetyo Nugroho

Komisaris Independen: Achmad Syukrani

Komisaris: Rofyanto Kurniawan Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD sempat mengatakan ada indikasi korupsi di Asabri dengan total nilai kerugian mencapai Rp 10 triliun. Tak hanya itu, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326. Lalu, saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) yang turun sebesar 92,31 persen ke angka Rp 50. Di saham tersebut, Asabri memiliki kepemilikan saham sebanyak 6,61 persen.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close