Adapun terkait sebutan ‘Bapak Perdamaian’, Kamhar mengatakan, SBY bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakhiri konflik di berbagai daerah, seperti di Aceh dan Poso.
Selain itu, lanjut dia, SBY sukses mengakhiri konflik negara dengan kelompok-kelompok prokemerdekaan. SBY juga sukses dengan memberikan otonomi kepada daerah-daerah tersebut sebagai jalan tengah atau solusi atas konflik.
“Jadi pemberian predikat Pak SBY sebagai Bapak Perdamaian sangat tepat sebagai potret capaian di periode pertama,” ujar Kamhar.
Selain SBY yang dijuluki sebagai ‘Bapak Perdamaian’, Kemensetneg mengungkapkan julukan kepada mantan lima presiden RI lain, yaitu Soekarno sebagai ‘Bapak Proklamasi’, Soeharto sebagai ‘Bapak Pembangunan’, dan Habibie sebagai ‘Bapak Teknologi’.
Kemudian, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai ‘Bapak Pluralisme’ dan Megawati Soekarnoputri sebagai ‘Ibu Penegak Konstitusi’.
(thr/tsa)

