Pada hari pertama, ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran bacawali dan bacawawali Surabaya. Yakni politisi Partai Nasdem Vinsensius Awey, Ketua Peradi Hariyanto, kader PSI Gunawan, dan tokoh muda NU Gus Ali Azhara.
Yang menarik, Gunawan dari PSI sebelumnya juga mendaftar bakal cawawali di PDI Perjuangan. Gunawan mengaku melakukan pendaftaran bacawali di Nasdem sebagai bagian dari komunikasi politi. “Ini tidak menyalahi aturan. Sebab, kami dari PSI memang dianjurkan untuk komunikasi dengan banyak partai politik. KPU juga tidak membatasi calon kepala daerah untuk mendaftar dari partai mana pun,” katanya kepada Radar Surabaya.
Selain itu, Gunawan menilai PSI dan Nasdem mempunyai visi yang sama, yakni antikorupsi dan fokus melakukan reformasi internal maupun eksternal. Dia juga ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat bahwa menjadi kepada daerah tidak perlu membutuhkan uang banyak.
“Apabila dalam pencalonan sampai mengeluarkan dana yang banyak, maka perlu dipertanyakan aliran dananya dari mana? Saya hanya menganggarkan logistik sekitar Rp 150 juta,” pungkasnya.


