Selain itu, Agung menjelaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 hendaknya seluruh elemen bangsa bersama-sama memberikan kontribusi untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri.
“Stabilitas politik harus tetap dijaga dengan baik apalagi ini menjelang pemilu,” ujarnya.
Dia mendorong semua aspek dapat membuat pertumbuhan ekonomi bisa maju pasca-COVID-19 agar Indonesia menjadi contoh bagi dunia internasional. Apalagi saat ini, Indonesia terpilih memegang Keketuaan (Presidensi) di G20.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu meyakini pemerintah akan menjaga momentum pencapaian positif ini agar pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2022 yang diproyeksikan akan tumbuh pada kuartal I 2022 hingga lebih dari 5 persen year on year (yoy) bisa tercapai.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021 tumbuh 3,69 persen. Jauh lebih baik dibanding tahun 2020 yang minus 2,07 persen.
“Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 tumbuh 1,06 persen (qtq) dan kalau saya bandingkan dengan triwulan IV-2020 tumbuh 5,02 persen (yoy) sedangkan secara kumulatif artinya selama 2021 tumbuh 3,69 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, Senin.


