Romo Benny, yang lahir di Kepanjen, Malang, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 56 tahun di RS Mitra Medika Pontianak pada Sabtu (5/10) sekitar pukul 00.15 WIB. Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyampaikan bahwa kepergian Romo Benny adalah kehilangan besar bagi BPIP.
“BPIP merasa sangat kehilangan, terutama dalam kontribusi pemikiran beliau yang luar biasa. Romo Benny memiliki keunggulan baik dalam hal konsep maupun implementasi di lapangan,” ujar Yudian.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagai Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Romo Benny berperan penting dalam memperkuat peran BPIP di sektor media.
“Beliau tengah sibuk menggarap implementasi nilai-nilai Pancasila secara konstitusional dan moral, yang beberapa waktu terakhir benar-benar menyita fokus serta pikirannya,” tambahnya.
Setelah doa bersama, jenazah Romo Benny dibawa ke TPU Sukun, Kota Malang, untuk dimakamkan. Romo Benny wafat di sebuah hotel di Pontianak usai menghadiri seminar yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di kamar hotel.


