Namun, kata Tito, seruan Jokowi tiga periode tak lebih dari aspirasi masyarakat. Ia menegaskan pihaknya tak ikut campur dalam dukungan tersebut dan memastikan acara DPP Apdesi bukan panggung politik.
“Di media kemudian muncul kok tiga periodenya yang muncul. Itu kan spontan-spontan aja, wajar-wajar aja kalau orang spontan mau, ini negara demokrasi,” katanya.
Sebelumnya, Apdesi kubu Arifin Abdul Majid mengungkap DPP Apdesi pimpinan Surtawijaya baru mendapat SKT sehari jelang acara Silatnas di Istora Senayan, Jakarta.
Arifin menilai hal itu janggal. Ia pun menyesalkan Apdesi telah dipakai untuk kepentingan politik, serta menggiring opini seolah-olah seluruh kepala desa mendukung perpanjangan masa jabatan presiden.
“SKT itu juga baru terbit sehari sebelum acara Silatnas di Istora itu. Ini kan janggal,” kata Arifin, Selasa (5/4).
(thr/fra)


