Agung juga tahu betul, selama ini Roem Kono dekat dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Begitu pula dengan Adies Kadir. Sebelumnya, Roem Kono dan Adies Kadir menyatakan dukungannya kepada Airlangga Hartarto. Namun, sebaliknya dalam acara yang disebut Munaslub MKGR itu tiba-tiba memutuskan Fahd sebagai ketua yang baru. Selanjutnya mereka menyatakan dukungan dan berbalik ke Bambang Soestayo, Ketua DPR RI.
“Ini ada apa. Saya makin prihatin, apalagi sampai ada partai lain bahkan Ketua DPR juga hadir. Ini jelas sesuatu yang tidak baik,” tanya Agung. Satu hal yang membuat Agung bertambah prihatin adalah hadirnya elit politik dari partai lain di acara tersebut.
Agung yang juga anggota ormas Kosgoro 1957 ini berharap, agar MKGR tetap utuh dan tidak terganggu oleh pihak-pihak yang menginginkan Golkar runtuh.
“Saya harap situasinya cepat kondusif dan kalau ada aspirasi berbeda sebaiknya cepat disampaikan secara konstitusional. Kesannya (dalam munaslub Hotel Sultan) seperti memaksakan. Saya kira di munas nanti hanya satu yang sah dan boleh mengikuti munas. Saya kira DPD Golkar harus tetap konsisten bahwa yang sah adalah Rome Kono dan Adies Kadir,” sambungnya.


