“Kapolres Jakarta Selatan itu pada saat konferensi pers mungkin hari Selasa dia konferensi pers. Dia pegang kertas, ya gak tau kertas apa itu. Apakah kertas ringkasan otopsi atau kertas apa, gitu loh. Biasanya kan diberikan kesempatan, karena itu konferensi pers, wartawan close up hasil itu, ini kan enggak,” paparnya.
Atas beberapa kejanggalan itu,Trimedya mengaku memberikan tiga usulan kepada Listyo lewat aplikasi pesan WhatsApp yaitu untuk membentuk tim khusus; menarik berkas ke ke Markas Besar (Mabes) Polri karena sudah termasuk isu nasional; dan menonaktifkan Freddy Samdo.
Ia pun berharap tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dapat segera memberikan titik terang untuk kasus ini.
“Supaya masyarakat percaya dan ini kado ulang tahun Polri yang enggak bagus menurut saya,” ujar Trimedya.
Sementara itu kepolisian telah merespons berbagai pertanyaan masyarakat mengenai kejanggalan kasus tersebut.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan polisi mengedepankan pendekatan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI) dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir J di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo.


