Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) dini hari mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Selain kantor Gubernur Sulbar yang ambruk, gempa itu juga mengakibatkan kerusakan gedung DPRD Sulbar.
Akibatnya, anggota DPRD Sulbar untuk sementara berkantor di tenda darurat yang didirikan di halaman Kantor DPRD Sulbar
Hal tersebut diungkapkan Abdul Rahim dalam pertemuan dengan para stakeholder penanganan bencana Provinsi Sulawesi Barat di tenda darurat di halaman Kantor DPRD Sulbar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (3/3).
“APBD tak dirancang untuk menghadapi bencana. Namun, dalam APBD selalu disiapkan nomenklatur biaya tak terduga (BTT). Salah satu item yang dimaksudkan itu yah seperti bencana,” ujar Abdul Rahim.
Menurut Legislator NasDem tersebut, porsi BTT dalam APBD Tahun 2021 ini jumlahnya mencapai Rp15 Miliar.
“Ironinya, BTT tersebut belum digerakkan untuk penanganan pasca bencana ini,” ungkapnya.
Kian miris, sambung Abdul Rahim, segala kebutuhan pasca bencana hanya mengandalkan bantuan logistik maupun uang tunai yang berasal dari para donatur.


