“Nanti akan kita lihat sejauh mana tingkat popularitas, akseptabilitas, kesukaan masyarakat, elektabilitas, kemampuan mobilisasi masyarakat, baru di rangking 3 besar yang akan diajukan namanya ke DPP untuk dimintakan rekom,” ungkapnya.
Sementara itu, Ali Azhara salah satu bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran Partai Nasdem Kota Surabaya mengakui dirinya sejak awal tertarik dengan Partai Nasdem. Bahkan pada Pileg 2019 lalu dia sempat mengambil formulir pendaftaran caleg DPRD Jatim dari dapil Sidoarjo dari Partai besutan Surya Paloh itu.
Namun karena diperintah oleh kiai yang sangat dihormati sehingga tak jadi mendaftar ke Partai NasDem melainkan ke partai lain sesuai perintah kiai tersebut. “Tapi saya mundur dari caleg Partai Nasdem itu juga berkonsultasi ke pengurus Partai Nasdem dan mereka memahami alasan tersebut,” jelas pengusaha properti ini.
“Jadi kalau sekarang saya mengambil formulir pendaftaran cawali kota Surabaya ke Nasdem itu sesuai dengan keinginan saya yang sempat tertunda. Mudah-mudahan Partai Nasdem nantinya merekomendasi saya sebagai cawali Kota Surabaya mendatang,” harap Ali Azhara.


