Dia optimistis bisa mendapatkan tambahan kursi tambahan untuk bisa memenuhi persyaratan mendaftarkan diri sebagai pasangan calon di Pilwali Kota Surabaya mendatang. “Mudah-mudahan ada calon wakil yang mau berpasangan dengan saya, dan itu juga sudah saya komunikasikan,” ungkap keluarga besar Ponpes Al Khoziny Siwalanpanji Sidoarjo ini.
Selain Partai Nasdem, dia juga sudah menjalin komunikasi politik secara intensif dengan partai-partai lain untuk koalisi dalam menghadapi Pilwali Kota Surabaya 2020 mendatang. Sementara soal visi-misi untuk Kota Surabaya mendatang, Gus Ali Azhara mengaku sudah menyiapkan.
Tapi sengaja belum dipublish karena masih menunggu sinyal kepastian dari kendaraan politik yang akan digunakan untuk menyampaikan visi dan misi sebagai calon walikota Surabaya mendatang.
“Yang jelas Walikota Tri Rismaharini sudah baik terutama dalam tata kota. Tetapi tetap ada celah, seperti menyangkut keterbukaan publik yang perlu diperluas penggunaan APBD dan APBN maupun bantuan dari luar negeri, sehingga Surabaya bisa icon kota bersih bukan saja lingkungan melainkan juga bersih dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme),” pungkas Ali Azhara.


