“Lihat aja rangkaian peringatan Pancasila pada 1 Juni kemarin, ada komunitas yang pake kaos dengan tulisan tiga periode. Dan acara tersebut, mohon maaf ya, dihadiri oleh Presiden, dan beliau tidak mempermasalahkan itu,” sambungnya.
Melanjutkan pandangannya, Masinton kemudian membawa kembali isu kinerja menteri yang menurutnya sudah harus diberlakukan kocok ulang alias reshuffle. Namun ia mewanti-wanti jika proses reshuffle nanti justru bisa menjadi bagian dari tiga periode tersebut.
“Ini yang harus kita amati betul, jangan sampai reshuffle ini justru menjadi bagian dari agenda tiga periode itu. Reshuffle ya semata-mata agar kinerjanya fokus, agar rakyat benar-benar dilayani,” kata Masinton.
“Sementara kalau kita amati lagi belakangan ini, semua tugas pemerintahan dari pusat hingga pemerintahan desa disibukkan dengan capres. Nah jika semuanya sibuk di situ, siapa yang mau melayani rakyat?,” tutupnya.
Senada, Bhima Yudhistira, pengamat Ekonomi dan Direktur Center of Economic and Law Studies mengatakan isu Jokowi 3 Periode adalah distorsi, sehingga membawa masyarakat dalam posisi yang dilematis.


