Sedangkan mengenai bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada 2030-2040, Rian Firmansyah menilai bonus demografi jangan kemudian menjadi beban karena tidak seimbangnya supply dan demand antara angkatan kerja dan kesempatan kerja.
“Pemerintah harus semakin mendorong aktivitas kegiatan yang dapat memperluas kesempatan kerja, memberikan insentif bagi lahirnya industri-industri kreatif dan dalam tataran internasional dapat semakin meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain untuk dapat menerima tenaga kerja kita,” ujar dia.
Ketua KONI Kabupaten Bandung Barat ini menambahkan, dampak era Revolusi Industri 4.0 yang menyebabkan kelompok produktif dengan low skill workers atau yang bekerja dengan pola refetitif akan mudah sekali tergantikan oleh teknologi komputer dan kecerdasan buatan.
“Pemerintah harus ada langkah dan upaya yang melibatkan semua komponen pada peningkatan kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi kuantitas dan kualitas SDM berpendidikan tinggi serta peningkatan kemampuan iptek dan inovasi,” jelas Rian.


