“Dan tentu jika keduanya konsisten, akan membawa dampak baik bagi bangsa dan negara,” imbuh Gus Yahya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa segala bentuk tindakan yang ingin melenyapkan kemajemukan sama artinya dengan membunuh Indonesia.
Ia pun mengajak warga NU dan kader PDIP agar berada pada satu barisan yang sama ketika menghadapi pihak-pihak yang ingin merusak kemajemukan yang dimiliki Indonesia.
“Segala upaya melenyapkan kemajemukan, kebhinnekaan, dan keragaman di negeri ini adalah sama artinya membunuh Indonesia, negeri yang diploklamirkan Bung Karno,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan visi PDIP dan NU memiliki garis besar yang sama mengenai persatuan Indonesia dan dunia. Hubungan itu, menurutnya membuat PDIP dan NU melangkah beriringan dan saling membutuhkan.
“Tema NU senapas dengan PDIP. Karena disampaikan bagaimana oleh Gus Yahya tema-tema yang membangun peradaban kemudian merawat jagat. Kalau di PDIP, Megawati membangun peradaban kemudian merawat jagat. kali menyampaikan bahwa sudah menjadi kultur bagi partai bahwa politik itu membangun peradaban,” kata Hasto.


