• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Partaiku.id
  • PDIP
  • GOLKAR
  • GERINDRA
  • DEMOKRAT
  • PKS
  • PKB
  • NASDEM
  • PAN
No Result
View All Result
  • PDIP
  • GOLKAR
  • GERINDRA
  • DEMOKRAT
  • PKS
  • PKB
  • NASDEM
  • PAN
No Result
View All Result
Partaiku.id
No Result
View All Result

Home Dalam Talkshow Bidnaker PKS, Ekonom Paparkan Perekonomian Indonesia Mengalami Stagnasi

Dalam Talkshow Bidnaker PKS, Ekonom Paparkan Perekonomian Indonesia Mengalami Stagnasi

by Partaiku 003
July 15, 2023
in Partai Keadilan Sejahterah

Handi mengingatkan bonus demografi di Indonesia harus diantisipasi agar tidak menjadi bencana karena meningkatnya angka pengangguran akibat rendahnya pertumbuhan ekonomi.

“Saat ini kita mengalami bonus demografi hari ini komposisi atas struktur penduduk kita hari ini didominasi oleh usia produktif yang seharusnya inilah pendorong pertumbuhan ekonomi itu mereka reaktif mereka aktif mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya,” ucap Handi.

“Tapi bisa kita bayangkan kalau generasi produktif ini tidak mampu melakukan apa-apa dengan kata lain Mereka menganggur tidak punya pekerjaan kita bisa bayangkan Blbagaimana bonus demografi ini bisa berubah menjadi bencana demografi karena jumlah penduduk yang besar tapi tidak produktif pemerintah tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi,” imbuhnya.

BacaJuga

Hari Anak Nasional 2025, PKS Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Anak dan Dorong Penguatan Perlindungan

PKS Apresiasi Target Swasembada Energi Presiden Prabowo: Senada dengan Visi Partai

Handi Riza kemudian menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi disebabkan bebrapa hal diantaranya regulasi yang tumpang tindih serta pembuatan produk hukum berupa undang-undang yang minim partisipasi publik.

” Mengapa pertumbuhan kita rendah hanya angka 5 persen ada kurang lebih 4 problem yang pertama persoalan regulasi kita yang tumpang tindih ini terbukti dengan undang-undang omnibus law, ini hanya dalam selang waktu sekian bulan disahkan kemudian dia juga oleh MK dianggap tidak menggambarkan aspirasi publik rendahnya kualitas Omnibuslaw ini karena rendahnya partisipasi publik memotong 76 undang-undang menjadi satu undang-undang sangat cepat mampu menghasilkan program tersebut,” pungkas Handi.

Page 2 of 3
Prev123Next
Previous Post

Anas Urbaningrum Akan Pidato Politik di Monas, Akan Bahas soal Kasus Hambalang

Next Post

Waketum Golkar Sebut Kader yang Wacanakan Munaslub Bisa Dipecat

Related Posts

Hari Anak Nasional 2025, PKS Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Anak dan Dorong Penguatan Perlindungan

July 24, 2025
0

PKS Apresiasi Target Swasembada Energi Presiden Prabowo: Senada dengan Visi Partai

June 30, 2025
0

PKS Desak Perlindungan Komprehensif bagi Pengemudi Online: Atur Tarif, Status Hukum, dan Akses Jaminan Sosial

June 28, 2025
0
  • Disclaimer
  • Hasil Sementara Polling Pilkada 2020
  • Indeks
  • Kode Etik
  • MFCTeam Network
  • Partaiku.id
  • Partaiku.id – Berita Partai Terlengkap
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Privacy Policy
  • Team
  • Tentang Kami

© 2020 Partaiku.id - Design by MFC.

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Hasil Sementara Polling Pilkada 2020
  • Indeks
  • Kode Etik
  • MFCTeam Network
  • Partaiku.id
  • Partaiku.id – Berita Partai Terlengkap
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Privacy Policy
  • Team
  • Tentang Kami

© 2020 Partaiku.id - Design by MFC.