
Partaiku.id – Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan mengungkapkan pengalamannya sebagai anggota Jamsostek, yang kini telah bermetamorfosa menjadi BPJS Ketenagakerjaan, selama puluhan tahun.
Baginya, pemotongan gaji sebagai anggota Jamsostek selama puluhan tahun membuatnya ‘mengelus dada’.
Hal itu dikatakan Putra dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Agus Dwiyanto oleh Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (28/1).
“Pemotongan gaji untuk Jamsostek itu, dengan harapan agar kami bisa memiliki tabungan di hari depan. Saya lihat, anda (Agus Dwiyanto) juga 15 tahun di Astra. Pasti merasakan gaji dipotong juga untuk Jamsostek,” ujar Putra.
Putra pun mengajak Agus, sebagai sesama karyawan peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk melihat kasus yang ada di Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Anda saat ini sedang bertarung untuk menduduki posisi puncak di BPJS Ketenagakerjaan, saya bertanya pada Anda. Ketika anda melihat kasus di Kejagung itu, apa perasaan anda? Nelongso? Atau punya tekad? Kalau punya tekad, tekadnya apa?” tanya Putra.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyinggung para peserta informal BPJS Ketenagakerjaan. Dia mencontohkan, di daerah pemilihannya yakni Jakarta Timur, pekerja informal nya umumnya para pelaku usaha online (daring).


