“Kalau uang tunai, ada potensi digunakan untuk hal-hal yang tidak esensial. Dengan sembako, kami memastikan bantuan langsung memenuhi kebutuhan dapur keluarga, seperti beras, minyak, dan gula,” jelasnya.
Menurut Meitri, esensi awal THR memang berasal dari pemberian kebutuhan pokok, bukan semata-mata uang. Ia pun menghidupkan kembali nilai tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat.
Program pembagian sembako ini disebutnya bukan kegiatan satu kali. Meitri menegaskan bahwa inisiatif serupa akan digelar secara rutin setiap menjelang Idulfitri di berbagai titik wilayah dapilnya.
“Kami ingin konsisten hadir, tak hanya saat kampanye. Rakyat butuh wakilnya untuk turun langsung, menyapa, dan membawa solusi, sekecil apa pun itu,” tegasnya.


