Kegiatan prioritas nasional yang dimaksud Yaqut antara lain penyelenggaraan ibadah haji menjelang situasi normal, peningkatan target anggaran non-Rupiah murni, dan peningkatan biaya berkarakteristik operasional pendidikan, seperti tunjangan pendidik non-PNS dan BOPPKN.
Selain itu, Yaqut mengatakan anggaran pegawai operasional meningkat Rp1,6 triliun atau 5,21 persen dibanding tahun 2022. Ia menuturkan kenaikan pagu anggaran ini penting untuk menutupi kekurangan belanja pegawai yang sempat minus di tahun 2021.
Sebab, belanja pegawai berkaitan gaji PNS Kemenag di seluruh Indonesia.
“Alokasi anggaran pegawai operasional pada pagu indikatif tahun 2023 seperti yang sudah disebutkan mengalami peningkatan sebesar Rp 1.630.587.308.000 atau 5,21 persen dibanding alokasi anggaran tahun lalu,” ujarnya.
(pop/tsa)


