” Bicara tentang HTI, bukankah Ormas tersebut dengan seluruh lambangnya sudah dibubarkan di negeri ini ? Kenapa masih dibahas?,” tanyanya.
Ketua Partai berlambang bulan sabit dan padi itu menuturkan bahwa UUD 1945 dan Pancasila mengamanatkan tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu Asep mengimbau agar kelompok-kelompok yang berusaha mendiskreditkan umat Islam segera mengehentikan upaya jahatnya agar tak menimbulkan kekisruhan di masyarakat.
” Kan dalam UUD 1945 dan Pancasila jelas bahwa kehidupan seluruh masyarakat Negara Indonesia berlandaskan Ketuhanan yang Maha Esa, dan terbukti bahwa ketauhidan ummat islam terlindungi dan selaras dengan falsafah bangsa ini,” tambahnya.
Asep berharap masyarakat pun tak mudah dipengaruhi oleh farming isu yang menyesatkan. Dia pun menegaskan bila bendera yang dibawa umat Islam dalam perayaan tahun baru Islam bukan bendera HTI tapi panji Rasulullah SAW atau bendera tauhid.
” Mohon difahami dengan benar, jangan gagal faham atau salah tafsir, bahwa bendera Tauhid yg bertuliskan Laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasulullaah adalah benderanya umat Islam, bukan bendera HTI,” pungkasnya


