“Karena itu, kita harus bahu-membahu membangun bangsa ini. Yang penting ada keseimbangan peran dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, Gus Sholah adalah sosok guru bangsa yang menjadi solusi dalam merekatkan bangsa dan negara. Ia mengatakan, meskipun lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), Gus Sholah mampu memajukan pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
“Sekalipun latar belakang beliau adalah dari ITB terakhirnya tetapi dengan cara ini malah memajukan pesantren dengan sangat luar biasa,” kata Hidayat.
Lebih lanjut, Hidayat berharap, ke depannya bermunculan para generasi dari kalangan NU menggantikan sosok Gus Sholah. Ia juga mengatakan, Gus Sholah memiliki keinginan agar masyarakat Indonesia bisa saling memberikan konstribusi terbaik untuk Indonesia.
“Yang paling saya ingat adalah keinginan beliau (Gus Sholah) untuk warga bangsa ini, bisa saling mendekat, bisa saling memberikan kontribusi yang terbaik sangat panjang dan berkali-kali barangkali,” pungkasnya.
KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah tutup usia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya. Adik kandung dari Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur meninggal dalam usia 77 tahun.


