Sejarah negeri ini ditulis oleh pemuda. Dari Boedi Oetomo hingga Gerakan Reformasi 1998, pemuda selalu berkontribusi dalam menuliskan hitam-putihnya buku kehidupan bangsa.
“Begitulah pemuda. Mereka sebuah entitas yang tak bisa lepas dari setiap episode perjalanan sejarah negeri ini,” ucap Syaikhu.
Lebih lanjut Syaikhu mengemukakan, dalam keberagaman, pemuda harus merawat Indonesia yang majemuk dengan semangat persatuan.
“Sumpah yang hingga kini dan seterusnya akan selalu relevan untuk merawat Indonesia yang majemuk,” pungkasnya.
Page 2 of 2


