Berita PilihanPartai Golongan Karya

Dalam 4 Hari Golkar 3 Kali Rombak Komisi XI

Perombakan Fraksi Golkar di Komisi XI yang berlangsung sampai tiga kali menuai sorotan banyak pihak. Apalagi itu ditengarai terkait dengan pemilihan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pengurus DPP Partai Golkar Sirajuddin A Wahab mempertanyakan kebijakan rotasi kader yang dilakukan DPP di Komisi yang membidangi keuangan negara itu. Sebab, rotasi dilakukan sebanyak tiga kali dalam empat hari.

Surat pertama dikeluarkan pada 19 September 2019, lalu dikoreksi kembali pada 20 September 2019. Terbaru dikeluarkan hari ini didasari surat Fraksi Partai Golkar bernomor SJ.00/2647/FPG/DPRRI/IX/2019 ditandatangani Adies Kadir sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI.

“Ini aneh, ada apa dengan surat pergantian sampai tiga kali ini, hanya dalam rentang waktu empat hari? ada apa sebenarnya?” kata Sirajuddin kepada JawaPos.com, Senin (23/9).

Sirajuddin menganggap, kebijakan tersebut menunjukkan tata kelola partai Golkar yang amburadul dan tanpa mekanisme yang jelas. Menurutnya, ini terjadi karena Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengambil keputusan sepihak tanpa berkoordinasi dengan pengurus lain.

“Pembelajaran politik dan berdemokrasi apa yang mau kita contoh dari model pengelolaan partai seperti ini, masa semua harus sama dan dianggap musuh ketika berbeda pandangan,” paparnya.

Pergantian Anggota Komisi XI DPR RI, kata Sirajuddin diduga kuat untuk menjegal calon pimpinan BPK dari loyalis Bamsoet dalam kontestasi pergantian Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) ini menilai ada yang sedang memainkan politik ‘belah bambu’ dalam mengelola Partai partai berlambang beringin hitam itu. “Saya khawatir ini akan membuat Partai Golkar semakin terpuruk dan akan ditinggalkan oleh rakyat,” paparnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar di DPR kembali melakukan rotasi sejumlah anggotanya di Komisi XI DPR. Hal tersebut dilakukan jelang pemilihan anggota BPK RI. Rotasi ini diakui oleh Sekretaris Fraksi Golkar, Adies Kadir, Senin (23/9).

Adies, hal itu biasa dilakukan oleh fraksi-fraksi di parlemen. Bukan hanya Partai Golkar namun juga partai lainnya. Fraksi Golkar merotasi sejumlah kadernya untuk yang ketiga kalinya.

Sebelumnya, partai berlogo Golkar merotasi kadernya pada 19 September 2019. Berselang sehari tepatnya pada 20 September 2019, Golkar mengembalikan lagi ke-7 anggotanya itu ke Komisi XI DPR. Akhirnya pada Senin (23/9), Fraksi Golkar kembali merotasi sementara pada empat anggotanya yang duduk di Komisi XI.

Adies Kadir menegaskan, BKO ini dilakukan lantaran ada agenda penting di komisi. Sementara itu, anggota Fraksi Golkar tidak bisa hadir atau sedang memiliki kegiatan di luar. Padahal terdapat kebijakan partai yang mesti dikawal. Alasan tersebut yang membuat BKO mesti dilakukan.

“BKO ini hal yang biasa dilakukan oleh setiap Fraksi. Ketika ada agenda penting yaitu Fit and Proper Test calon anggota BPK, tapi banyak anggota kita sedang banyak kegiatan di luar dan ada agenda partai yang harus dikawal,” kata Adies kepada wartawan.

Adies heran, lantaran keputusan pergantian sementara anggota partainya di Komisi XI DPR justru ramai diperbincangkan. Adies berkilah, Golkar sudah biasa dan sering melakukan BKO.

Show More
Back to top button

Adblock Detect

Please consider supporting us by disabling your ad blocker